Susu Kambing bubuk telah dipromosikan secara luas sebagai suplemen untuk bayi. Walaupun ada suplemen susu sapi, akan tetapi tidak semua susu sapi baik, seperti menjadi mudah dicerna dan aman untuk bayi. Susu Kambing bisa dikatakan menyerupai ASI. Bahkan susu kambing memiliki kandungan lemak dan protein yang lebih baik dari pada susu sapi.
Bentuk bubuk adalah pilihan yang lebih baik dibandingkan dalam bentuk cair. Hal tersebut
dinilai dari segi kepraktisan. Susu kambing bubuk mudah dibawa
kemana-mana. Dimanapun dan kapanpun susu kambing diperlukan tinggal
menyeduhnya dengan air hangat. Sedangkan dalam bentuk cair haruslah
dibekukan. Karena susu kambing cair bila dalam keadaan meleleh hanya
akan bertahan 6 jam di udara. Jika melebihi 6 jam maka susu kambing cair
akan rusak dan mungkin saja malah menimbulkan racun karena bakteri dan
virus akan berdatangan kepada susu kambing cair tersebut.
Produk susu kambing bubuk juga baik digunakan untuk seseorang yang tidak mampu mencerna susu sapi, karena susu sapi teksturnya kasar dan besar, sehingga dapat menimbulkan reaksi seperti kembung, diare, bahkan sakit tenggorokan. Sedangkan susu kambing teksturnya sangat lembut, memiliki kasein dadih dan gelembung-gelembung lemak yang kecil sehingga mudah di cerna dan tidak menimbulkan diare.
Susu Kambing bersifat homogen alami. Karena tetesan lemak yang lebih kecil pada susu kambing tidak terpisah menjadi susu dan krim bahkan ketika didinginkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar